Two months in Tokyo

Hari ini 2 bulan sudah tinggal di Tokyo bersama dengan Sora dan papanya. Berikut updatenya;

1. Menyadari bahwa apartemen yang sekarang strategis, banyak fasilitas di sekitarnya.

Thanks to my super detail and super perfectionist hubby yang memilih apartemen yang kami tinggali sekarang. Dekat dengan pasar (商店街), rumah sakit, toko halal, toko yg menjual barang impor, taman, city hall, dll, juga tidak terlalu jauh dari stasiun (sekitar 8 menit jalan kaki dari stasiun). 

Apartemen yang sekarang juga lumayan bagus fasilitasnya.  Semoga betah di tempat yang sekrang dan seterusnya. 

Yang paling aku sukai dari apartemen yang sekarang adalah dapurnya (mamak2 sekaleeh ya). Dapurnya lumayan luas dan saya bisa bereksperimen macem macem.


Ga terlalu gede sih dibandingkan dapur pasa umumnya di Indonesia, tapi utk ukuran tokyo, ini sudah cukup lapang dan leluasa. 

2. Sora sudah mulai terbiasa dengan TKnya.

Sora masih belum sekolah dengan jam sekolah yang sama seperti anak lainnya, dalm artian, saya masih menjemputnya lebih cepat daripada anak anak lainnya.

Saya biasa menjemputnya jam 11.50, tepat sebelum makan bersama dimulai.

Akan tetapi, per minggu ini saya mulai menerapkan 2 kali seminggu makan bento di sekolah (pulang jam 13.50). 

Semoga bulan November bisa ditingkatkan menjadi 3 kali seminggu, lalu 4 kali seminggu, lalu bisa full di sekolah. 

Setiap hari berdoa agar Sora diberi kemudahan dalam menyesuaikan diri di lingkungan baru. 

3. Berteman dengan ibu-ibu sekolah TK adalah sesuatu yang menantang. 

Mengantar Sora ke sekolah selalu membuat saya deg degan. Apakah saya harus menyapa ibu itu? Kalau ketemu dan memulai pembicaraan sebaiknya membicarakan apa ya? Dll sebagainya. Duh kenapa sih aku ga jago basa basi? Huhuhu..  
4. Memasak adalah kegiatan menghilangkan kejenuhan

Selama di Indonesia, memasak tidaklah menjadi keharusan karena makanan yg dapat dimakan ada di mana saja dan bisa dipesan dengan mudah sekali. Akan tetapi di sini, makanan yg bisa dimakan sedikit, dan harganya cukup mahal. Beda sekali antara masak sendiri.

Mau tau mau saya harus mengepulkan asap dapur. Daan ternyata memasak cukup menyenangkan. Buat saya saat ini bereksperimen dengan resep baru adalah salah satu cara menghilangkan kejenuhan. 
Demikian update 2 bulan tinggal di sini.

Sampai juga di postingan berikutnyaaa👋

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s