Ojek Bisu dan Tuli

Kemarin naik ojek ternyata tukang ojeknya bisu dan tuli.

Dengan keterbatasannya dia masih berusaha mencari sesuap nasi, membuatku tertampar.

Bahwa aku kurang bersyukur.

Lihat, sang tukang ojek, yang berusaha dengan segala kekurangannya.

Lihat, diriku, yang terus mengeluh padahal Allah telah memberikan nikmat yang sedemikian rupa.

 

Hey, Manusia! Bersyukurlah! Sesungguhnya awal dari ketidakbahagiaan adalah kurangnya rasa syukur.

 

Noted, Sir!

Advertisements

One thought on “Ojek Bisu dan Tuli

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s