Perlukah memiliki kartu kredit di Indonesia?

Kartu kredit. Benda yang dulu sering saya dan suami saya pakai di Jepang. Selain karena di Jepang segala tagihan bisa dibayar dengan kartu kredit, pemakaian kartu kredit di Jepang bisa dibilang cukup aman, tidak seperti di Indonesia yang marak dengan kasus pembobolan. Dulu, saya memakai kartu kredit untuk hampir semua tagihan dan pembayaran, tentunya per minggunya dicek melalui internet sudah sejauh mana kartu kredit tersebut digunakan sehingga tidak over budget. Tentunya juga sambil menghitung point yang bisa terkumpul dengan kartu kredit tersebut agar bisa ditukar dengan mileage, sehingga bisa terbang gratis 🙂 Lumayan, kan..

Anyway, sampai di Indonesia, karena isu-isu kartu kredit yang menyeramkan, saya merasa saya tidak membutuhkan kartu kredit. Sampai dengan sekitar bulan 10 tahun kemarin, suami saya mendapat kiriman kartu kredit (platinum pula??) dari bank swasta tempat saya meng-apply kredit untuk rumah. Saya kaget? Loh, kok bisa dapat kartu kredit sih padahal kita tidak meng-apply sama sekali. Singkat kata, akhirnya saya membaca segala keuntungan dan kerugian memakai kartu kredit bank tersebut. Saya merasa keuntungannya tidak seberapa dibandingkan charge per tahunnya. Akhirnya kartu kredit tersebut pun saya tolak.

Sampai dengan 2 minggu yang lalu. Saya ke mall Taman Anggrek dimana kebetulan di situ lagi ada promosi kartu kredit Bank BNI. Ternyata kartu kredit BNI ini memiliki kerja sama dengan Garuda Indonesia, sehingga point yang terkumpul bisa ditukar dengan mileage. Lumayan juga, pikir saya.. Saya baca lagi dengan seksama bunganya, cara pembayarannya, jenis apa yang harus dimiliki, keuntungan dan kerugiannya. Sampai pada detik itu, saya dan suami saya mulai mempertimbangkan untuk memiliki kartu kredit. Tapi lagi-lagi saya merasa, sebutuh itukah saya dengan kartu kredit? Cerita orang tentang kartu kredit di Indonesia ini cukup membuat saya parno dengan kartu kredit.

Sampai dengan 2 hari yang lalu, saya ingin membeli tiket pulang ke Indonesia. Kebetulan Garuda Indonesia sedang promosi. Saya sudah siap sedia di depan laptop jam 5 pagi begitu promosi dibuka. Saya lihat tiket ke Medan untuk tanggal 17 Agustus dan kembali tanggal 25 Agustus (puncak arus mudik) itu seharga Rp.450.000. Saya sudah tersenyum ingin segera membeli. Tapi, sayangnya untuk membeli tiket tersebut butuh kartu kredit. Oh tidaaakkk! Sekitar jam 8 pagi saya lihat harga tiket Garuda Indonesia naik menjadi 550.000. Siangnya saya lihat tiket tersebut sudah naik menjadi 1.050.000. Oh tidakkk! Rasanya ngenes sekali melihat tiket Garuda naik terus di depan mata tanpa bisa berbuat apa-apa.

Akhirnya saya dan suami saya kemarin memutuskan bahwa KAMI PERLU KARTU KREDIT. Kemarin saya mulai membaca satu per satu kartu kredit mana yang menguntungkan. Untuk share saja, berikut hal-hal yang harus diperhatikan jika ingin memiliki kartu kredit.

1. Jumlah Penghasilan

Pastikan jenis kartu kredit yang akan kamu apply sesuai dengan penghasilan.Jangan sampe kelilit hutang. 😉

2. Pilihan Bank.

Cari bank yang memberikan penawaran bunga paling rendah. Biasanya bank-bank pemerintah (BUMN) tingkat suku bunganya lebih rendah dibandingkan dengan bank swasta. Selain itu lihat juga fitur-fitur tambahan yang ada pada kartu kredit yang sekiranya dapat lebih menguntungkan kita dalam penggunaannya yang tidak ada di program lain, misalnya bank mandiri walapun bunga belanja sama dengan yang lain tetapi memberikan program powercash, dana tunai dengan bunga hanya 1%.

3. Penerbit Kartu.

Ambil Bank Penerbit kartu dengan iuran tahunan atau bulanan yang tidak memberatkan

4. Bayar Penuh Tagihan.

Meskipun bank memberi keringanan untuk membayar tagihan dengan jumlah minimum 10 %, bayarlah tagihan kamu secara full payment ( bayar penuh semua tagihan ) setiap bulan agar kamu tidak terkena bunga yang berkisar 3,5 % per bulan.

*informasi ini saya dapatkan dari http://www.iniunik.web.id/2011/06/8-tips-memiliki-kartu-kredit-perlukah.html#ixzz1r1seXyCe

Teliti sebelum membuat kartu kredit. Pastikan kartu kredit anda sesuai dengan kantong anda.

PS: Masih ga percaya, saya sudah ibu-ibu sekali ya. (read: sangat teliti jika berhubungan dengan keuangan :D)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s