Asisten Rumah Tangga, Oh, Asisten Rumah Tangga

Asisten Rumah Tangga. Pekerjaan yang dulu, saya pikir, saya tidak butuhkan untuk membantu saya. Itu tidak lain tidak bukan karena saya sempat sekolah di Jepang, di mana tidak ada yang namanya asisten rumah tangga. Jadi, semuanya dikerjakan sendiri oleh Istri. Setelah saya pulang ke Indonesia, saya mencoba untuk melakukan semuanya sendiri, tidak ingin menjadi malas. Akan tetapi, sepertinya kenyataan berkata lain. Sebelum Sora lahir, saya dan suami saya bergotong-royong melakukan pekerjaan rumah. Saya membersihkan rumah, memasak, bersih2, dll. Suami saya bertugas membersihkan kamar mandi, melipat baju, dan merapikan kamar.

Setelah Sora lahir ke dunia, ternyata lumayan repot ya tidak ada yang membantu. Apalagi suami istri perantau seperti keluarga kami. Sungguh Jakarta itu kejam, Jendral! Jika istri hanya menjadi ibu rumah tangga saja, tentunya hal ini bisa dilakukan. Tapi seperti yang saya bilang tadi, Jakarta itu kejam, penghasilan dari suami saja, alhamdulillah cukup. Akan tetapi, untuk pengeluaran tidak terduga, rekreasi, asuransi pendidikan Sora, asuransi jiwa, asuransi mobil (banyak banget ya asuransinyaaa??), ternyata emang istri harus ikut membantu. Jadilah saya sekarang menjadi penerjemah lepas. Working at home mommy, itulah saya.

Kondisi sekarang, saya bekerja di rumah juga menjadi ibu rumah tangga. Pekerjaan ini sungguh melelahkan. Saya berusaha sebisa mungkin untuk tidak mengeluh. Akan tetapi, sepertinya yang mengeluh adalah suami karena istri kurang memperhatikan penampilan. Jadilah suami suka menyuruh istri ke salon untuk perawatan. (Bagaimana aku ke salon jika membawa Sora? Bagaimana sempat ke salon jika tidurku pun sangat kurang?) dan kondisi ini suka menyulut pertengkaran karena istri menjadi super sensitif, (Siapa yang tidak bete jika istri sudah bersusah-payah mempertahankan kerapihan rumah, kesehatan anak dan suami, memasak, plus keuangan yang surplus setiap bulannya, suami malah membandingkan istrinya dengan wanita di kantornya yang suka ke salon untuk perawatan? Siapa juga yang ga pengen perawatan? Kalo ada yang ngurus anak dan rumah, tentunya istri sangat ingin memanjakan diri —> loh? jadi curcol deh)

Anyway, setelah berdiskusi, pemecahan masalahnya adalah mencari asisten rumah tangga. Akan tetapi, ternyata mencari asisten rumah tangga tidak segampang itu. Sampai saat ini saya masih belum berjodoh dengan asisten rumah tangga. Sudah mencari sana-sini masih belum dapet sampai sekarang. Sudah nitip ke sana sini belum juga ada yang jodoh. Semoga saya berjodoh dengan asisten rumah tangga yang baik. Amiiinn…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s