Ibu-ibu banget!

Setelah menikah dan setelah punya anak, adalah hal yang sangat berbeda. Dulu setelah menikah, rasanya sudah tidak single, punya temen kemana-mana, berbagi suka dan duka, tapi gaya hidup ataupun pola pikir tidak jauh berbeda dibandingkan sewaktu single. Hal yang berbeda ketika sudah punya anak. Terasa sekali bagi saya ketika Sora sudah lahir ke dunia, semuanya serba perhitungan, hahaha. Kalo dulu segala sesuatu belum terlalu dihitung, setelah punya anak rasanya semua harus dipersiapkan untuk anak dan yang pasti jadi ibu-ibu banget (baca: sangat perhitungan). Berikut adalah hal yang berubah setelah punya anak:

1. Belanja ke pasar tradisional. 

Kalo dulu belanja sayur mayur biasanya di tukang sayur, sekarang jadi belanja ke pasar tradisional. Seringnya sih ke Pasar Jati Asih dekat rumah. Belanja ke pasar tradisional selain harganya yang pasti lebih murah, ada kepuasan tersendiri karena sudah beli ke sumbernya, hahaha. Misalnya nih, belanja wortel di pasar sekilo 5 ribu rupiah, sementara besoknya nanya ke tukang sayur berapa harga wortel yaitu 2 batang 3000, rasanya PUASSS, hahahaha. ——> Ibu-ibu banget!

2. Belanja sewaktu week-end. 

Kenapa belanja bulanan seperti deterjen, sabun, shampoo, dll itu dibela-belain pas wiken? Kan penuh banget ya kalo dipikir-pikir. Tapiii, memang harga jadi lebih murah dan banyak sekali promosi jika belanja di hari sabtu dan minggu. Misalnya harga diaper yang biasanya harganya 98.000 jadi 63.000, harga minyak dan buah-buahan yang juga jauh lebih murah. Kalau sudah selesai belanja, pulang ke rumah dan melihat struk belanjaan, lalu mengkalkulasikan berapa yang dihemat dengan belanja di wiken ini, saya tertawa PUAS, hahahaha. Lagi-lagi hal ini adalah Ibu-Ibu banget!

3. Asuransi 

Kalau dulu sebelum Sora lahir di dunia, asuransi cukup hanya asuransi yang dari kantor saja. Setelah Sora lahir ke dunia, jadi mikir asuransi pendidikannya Sora, asuransi untukk pensiun, asurans jiwa, dll. Pertimbangannya adalah agar ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, bisa dicover oleh asuransi, bahkan jika hal yang terburuk terjadi, seenggaknya Sora masih mempunyai dana untuk hidup melanjutkan pendidikannya. Segala sesuatunya dipersiapkan untuk anak. ——-> Ibu-ibu banget!

4. Pemilihan Lokasi Rumah

Kalo dulu pengennya punya rumah yang asri. udah, titik. Kalo sekarang setelah hamil, pertimbangan memilih rumah bukanlah lagi untuk mendapatkan rumah yang lumayan asri (baca : bisa ditanemin pohon alias luas), tapi memilih rumah berdasarkan lokasi rumah itu tersebut. Selain jarak rumah ke tol terdekat dan pasar atau supermarket terdekat, berbagai pertimbangan juga dipikirkan, seperti apakah ada RS ibu dan anak yang dekat? Apakah ada sekolah yang bagus? Apakah ada les bimbel yang dekat? Apakah ada les bahasa Inggris yang dekat?

5. Tujuan Bekerja

Kalo dulu saya bekerja untuk diri sendiri dan keluarga, sekarang bekerja untuk anak. Dalam arti, bagaimana saya berpenghasilan tapi tanpa meninggalkan anak. Bagaimana kita bisa bekerja dengan tenang jika kita meninggalkan anak kita. Apalagi dengan kondisi merantau seperti ini, tidak ada orang tua.. hmm.. 頑張ります!!

Saya jauh berubah setelah Sora lahir ke dunia. You change my life. You change my world, Son! Sora, jadi anak yang sholeh ya sayang… :-*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s